BUDAPEST — Laga puncak UEFA Champions League (UCL) musim 2025/2026 menyajikan drama tingkat tinggi bagi para pecinta sepak bola dunia. Bertanding di Puskás Aréna, Budapest, raksasa Prancis Paris Saint-Germain (PSG) sukses mengunci gelar juara usai menumbangkan wakil Inggris, Arsenal, lewat adu penalti 4-3 setelah bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu.
Jalannya Pertandingan
Sejak kick-off babak pertama, kedua tim langsung memperagakan permainan terbuka dengan tempo cepat. Arsenal lebih dulu mengambil inisiatif serangan memanfaatkan kecepatan para pemain sayapnya. Tekanan The Gunners membuahkan hasil pada menit ke-34 lewat skema serangan balik cepat yang diselesaikan secara dingin, mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan tim asuhan Mikel Arteta.
Tertinggal satu gol membuat PSG merespons dengan meningkatkan intensitas serangan di babak kedua. Skuad asuhan Luis Enrique terus mengurung pertahanan Arsenal lewat penguasaan bola yang dominan. Gelombang tekanan tersebut akhirnya membuahkan hasil di menit ke-78 ketika tembakan terukur dari luar kotak penalti membentur tiang sebelum masuk ke gawang Arsenal. Skor berubah 1-1 dan bertahan hingga 90 menit usai.
Pada babak perpanjangan waktu 2x15 menit, kedua tim tampak berhati-hati dan mengandalkan kedisiplinan lini belakang. Fisik para pemain yang mulai terkuras membuat tak ada gol tambahan yang tercipta, sehingga pemenang harus ditentukan lewat adu tos-tosan.
Drama Adu Penalti dan Rekor Back-to-Back
Di babak adu penalti, ketenangan para algojo PSG menjadi kunci utama. Dari lima penendang Arsenal, dua di antaranya gagal menjalankan tugas setelah tendangannya berhasil ditepis oleh kiper PSG yang tampil luar biasa. Penendang terakhir PSG akhirnya memastikan kemenangan 4-3 sekaligus memicu selebrasi histeris dari para pendukung Les Parisiens di tribun stadion.
Keberhasilan ini menorehkan tinta emas bagi PSG yang sukses meraih gelar Liga Champions secara berturut-turut (back-to-back). Luis Enrique memuji mentalitas anak asuhnya yang pantang menyerah meski sempat tertinggal. Sementara itu, Mikel Arteta mengapresiasi kerja keras skuad Arsenal yang telah memberikan perlawanan maksimal hingga detik terakhir.